beauty sumba trip ( sumba )





Jasa perjalanan wisata



Trip exotic sumba ini mengajak para wisatawan mengetahui budaya masyarakat sumba yang masih sangat kental, dan tidak lupa juga wisatawan akan dibawa ke pantai-pantai yang sangat indah dan memanjakan mata, dan masih ada lagi 1 keunggulan dari pulau sumba ini, yaitu padang savananya yang begitu indah!





Nusa Tenggara Timur (NTT) terkenal dengan padang savana, atraksi budaya Pasola, dan perkampungan tradisional yang masih asli. Selain itu, pulau yang memiliki keunikan alam ini memiliki kawasan Taman Nasional (TN) Menupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (MataLawa). Bahkan, kawasan Nihiwatu di mana terdapat hotel terbaik di dunia tahun 2016 menjadi tempat berlibur wisatawan mancanegara. Jika Anda berpetualang ke Pulau ini, bersiaplah menemukan keunikan-keunikan tersendiri, mulai dari kuda liar yang hidup di padang savana, pengembalaan kerbau dan sapi secara liar. Ditambah lagi perkampungan-perkampungan tradisional yang langka dengan penduduk asli yang menganut agama asli yang hidup di pegunungan dan lembah yang disebut kepercayaan Marapu.

Pulau Sumba adalah sebuah pulau di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Luas wilayahnya 10.710 km², dan titik tertingginya Gunung Wanggameti (1.225 m). Sumba berbatasan dengan Sumbawa di sebelah barat laut, Flores di timur laut, Timor di timur, dan Australia di selatan dan tenggara. Selat Sumba terletak di utara pulau ini. Di bagian timur terletak Laut Sawu serta Samudra Hindia terletak di sebelah selatan dan barat. Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pulau ini sendiri terdiri dari empat kabupaten: Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Sumba Tengah, dan Kabupaten Sumba Timur. Kota terbesarnya adalah Waingapu, ibukota Kabupaten Sumba Timur. Kota tersebut juga terdapat bandar udara dan pelabuhan laut yang menghubungkan Pulau Sumba dengan pulau-pulau lainnya di Indonesia seperti Pulau Sumbawa, Pulau Flores, dan Pulau Timor. Sebelum dikunjungi bangsa Eropa pada 1522, Sumba tidak pernah dikuasai oleh bangsa manapun. Sejak 1866, pulau ini dikuasai oleh Hindia Belanda dan selanjutnya menjadi bagian dari Indonesia. Masyarakat Sumba secara rasial merupakan campuran dari ras Mongoloid dan Melanesoid. Sebagian besar penduduknya menganut kepercayaan animisme Marapu dan agama Kristen, baik Protestan maupun Katolik. Kaum muslim dalam jumlah kecil dapat ditemukan di sepanjang kawasan pesisir.